KHOTBAH JUMAT AGUNG
Ps.Illen Leatemia,S Th
Shalom, Bapak/Ibu yang diberkati Tuhan,
Pada hari Jumat Agung ini, kita merenungkan satu kebenaran yang sangat dalam:
Yesus disalibkan untuk pemulihan kita.
Katakan bersama-sama:
“Yesus disalibkan untuk pemulihan kita.”
1. Manusia Tidak Mampu Memulihkan Diri Sendiri
Firman Tuhan mengajarkan bahwa manusia tidak sempurna.
Kita penuh dengan dosa, kelemahan, dan keterbatasan.
Tidak ada satu pun manusia yang mampu memulihkan hidupnya sendiri secara sempurna.
Segala usaha manusia terbatas.
Namun ada satu Pribadi yang sanggup melakukan itu.
Siapakah Dia?
Yesus Kristus! Amin!
Dia sanggup memulihkan hidup kita,
Dia sanggup memulihkan hati kita,
Dia sanggup memulihkan masa depan kita.
2. Pemulihan Itu Dibayar dengan Pengorbanan
Bapak/Ibu yang diberkati Tuhan,
Yesus tidak hanya berkata-kata, tetapi Ia membuktikannya.
Ia rela naik ke kayu salib.
Ia rela menderita, disiksa, dan dicambuk.
Padahal Dia tidak bersalah.
Dia tidak pernah berbuat dosa sedikit pun.
Tetapi Dia menanggung semuanya—
untuk kita.
Seperti yang tertulis dalam Yesaya 53:5:
“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita,
dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;
ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya,
dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”
Amin.
3. Semua Terjadi dalam Rencana Tuhan
Bapak/Ibu,
penyaliban Yesus bukan kecelakaan.
Itu bukan kebetulan.
Itu adalah rencana Allah.
Ketika orang banyak menuntut Yesus disalibkan,
mereka merasa punya kuasa.
Tetapi sebenarnya,
semua ada dalam rancangan Tuhan.
Katakan:
“Semua ada dalam rancangan Tuhan.”
Yesus menyerahkan diri-Nya dengan sukarela.
Ia tahu penderitaan itu harus terjadi—
demi keselamatan kita.
4. Bilur-Nya Membawa Kesembuhan
Firman Tuhan dalam 1 Petrus 2:24 berkata:
“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib,
supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran.
Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”
Setiap cambukan yang Yesus terima,
setiap luka yang Ia tanggung,
itu bukan sia-sia.
Itu untuk:
- penyakit kita
- kelemahan kita
- penderitaan kita
Darah Yesus bukan darah biasa.
Itu darah yang membawa pemulihan.
5. Kasih Yesus Tidak Egois
Yesus tidak memikirkan diri-Nya sendiri.
Di tengah penderitaan, Ia tidak mengeluh.
Ia tidak menyalahkan siapa pun.
Bahkan Ia berkata:
“Bapa, ampunilah mereka.”
Sampai hari ini,
Yesus tetap berdoa bagi kita.
Ia tidak datang untuk kepentingan-Nya,
tetapi untuk kepentingan kita.
6. Pengorbanan yang Tidak Boleh Diremehkan
Tanpa salib,
tidak ada keselamatan.
Tanpa darah Yesus,
tidak ada pengampunan.
Tanpa pengorbanan-Nya,
kita tidak bisa menikmati anugerah Tuhan.
Karena itu,
jangan pernah menganggap remeh salib Kristus.
Penutup
Bapak/Ibu yang dikasihi Tuhan,
hari ini kita diingatkan:
- Kita tidak bisa memulihkan diri sendiri
- Yesus sudah menanggung semuanya
- Salib adalah bukti kasih yang sempurna
- Oleh bilur-Nya kita disembuhkan
Mari kita hidup dalam ucapan syukur,
hidup dalam pertobatan,
dan hidup dalam kebenaran.
Karena Yesus telah disalibkan…
untuk pemulihan kita.
Amin.



Leave a Comment