KHOTBAH PEMBUKAAN SIDANG MAJELIS PENATUA DAERAH (MPD) GEREJA SUNGAI YORDAN MALUKU KE-III
Minggu, 31 Mei 2026
Tempat: GSY Jobel Ministry Ambon
Pembawa Firman: Ps. Jimmy Soumokil
“Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.”
Pendahuluan
Shalom.
Yang terhormat para Majelis Penatua Daerah, para gembala, hamba-hamba Tuhan, pelayan jemaat, dan seluruh peserta Sidang MPD Gereja Sungai Yordan Maluku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Hari ini kita berkumpul bukan sekadar untuk melaksanakan sebuah agenda organisasi gereja. Sidang ini bukan hanya tentang laporan program, penyusunan rencana kerja, atau pengambilan keputusan. Lebih dari itu, kita hadir dalam sebuah pertemuan rohani di hadapan Tuhan, Sang Kepala Gereja.
Firman Tuhan dalam Kolose 1:18 menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah Kepala Gereja. Artinya, gereja bukan milik manusia, bukan milik kelompok tertentu, bukan milik seorang pemimpin, melainkan milik Kristus sendiri. Dialah yang memimpin, mengarahkan, memelihara, dan memberi kehidupan kepada tubuh-Nya.
Karena itu, tema sidang ini mengingatkan kita bahwa Kristus memanggil gereja-Nya untuk bersatu, membangun, dan melayani.
I. Bersatu Adalah Kehendak Kristus
Di tengah dunia yang semakin individualistis, penuh persaingan, dan perpecahan, gereja dipanggil untuk menjadi teladan persatuan.
Rasul Paulus berkata dalam Efesus 4:3:
“Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.”
Kesatuan bukan berarti semua orang harus sama. Dalam gereja terdapat banyak perbedaan:
- Perbedaan suku
- Perbedaan karakter
- Perbedaan latar belakang pendidikan
- Perbedaan cara pandang
- Perbedaan pengalaman pelayanan
Namun semua perbedaan itu dipersatukan oleh satu pribadi, yaitu Yesus Kristus.
Sebagai peserta Sidang MPD, kita mungkin memiliki berbagai pandangan dan usulan. Tetapi jangan biarkan perbedaan menjadi alasan untuk terpecah. Sebaliknya, jadikanlah perbedaan sebagai kekuatan yang memperkaya pelayanan gereja.
Mari membangun relasi yang sehat, saling menghargai, saling mengasihi, dan saling menopang dalam pekerjaan Tuhan.
Sebab gereja yang bersatu akan menjadi gereja yang kuat.
II. Membangun Gereja Adalah Tanggung Jawab Bersama
Gereja bukan hanya bangunan fisik yang megah. Gereja adalah tubuh Kristus yang hidup.
1 Petrus 2:5 berkata:
“Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani.”
Membangun gereja berarti:
- Membangun kehidupan rohani jemaat.
- Membangun karakter yang serupa Kristus.
- Membangun keluarga-keluarga yang takut akan Tuhan.
- Membangun generasi muda yang mengasihi Tuhan.
- Membangun pelayanan yang berdampak bagi masyarakat.
Sidang MPD ini harus menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa pertumbuhan rohani, bukan hanya pertumbuhan organisasi.
Setiap program yang dirancang harus menjawab kebutuhan jiwa-jiwa yang membutuhkan Tuhan.
Sebab visi utama gereja adalah memenangkan jiwa dan menjadikan semua bangsa murid Kristus.
III. Melayani Adalah Identitas Orang Percaya
Tuhan Yesus datang ke dunia bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.
Markus 10:45 berkata:
“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Pelayanan bukan soal jabatan, kedudukan, atau penghormatan.
Pelayanan adalah:
- Pengorbanan.
- Kerendahan hati.
- Kesediaan memberi diri bagi sesama.
Seorang penatua, gembala, pemimpin komisi, maupun jemaat biasa dipanggil untuk memiliki hati seorang pelayan.
Dunia sedang membutuhkan gereja yang hadir membawa kasih, pengharapan, dan solusi.
Karena itu, marilah kita melayani dengan hati yang tulus dan penuh kasih.
Ketika gereja melayani, dunia akan melihat Kristus melalui kehidupan kita.
IV. Kristus Harus Tetap Menjadi Pusat Segala Sesuatu
Kolose 1:18 menegaskan:
“…sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.”
Inilah pesan penting bagi Sidang MPD hari ini.
Jangan sampai program lebih penting daripada Kristus.
Jangan sampai organisasi lebih penting daripada Kristus.
Jangan sampai kepentingan pribadi lebih penting daripada Kristus.
Kristus harus tetap menjadi pusat setiap keputusan, pembahasan, dan pelayanan.
Jika Kristus menjadi pusat, maka:
- Persatuan akan terpelihara.
- Pelayanan akan bertumbuh.
- Gereja akan menjadi berkat.
- Nama Tuhan akan dimuliakan.
Penutup
Memasuki Sidang Majelis Penatua Daerah Gereja Sungai Yordan Maluku Ke-III ini, marilah kita membuka hati untuk dipimpin oleh Roh Kudus.
Biarlah setiap keputusan yang diambil bukan berdasarkan kehendak manusia, tetapi berdasarkan kehendak Kristus, Kepala Gereja.
Mari kita menjadikan sidang ini sebagai momentum untuk:
✔ Memperkuat persatuan.
✔ Membangun gereja yang sehat.
✔ Meningkatkan pelayanan yang berdampak.
✔ Memuliakan Yesus Kristus dalam segala sesuatu.
Kiranya melalui Sidang MPD ini, Gereja Sungai Yordan Maluku semakin menjadi gereja yang bersatu, membangun, dan melayani bagi kemuliaan Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.
Amin.



Leave a Comment