KHOTBAH MINGGU, 20 SEPTEMBER 2026
Ps. Jimmy Soumokil
TEMA:
“TETAP BERTAHAN DALAM MUSIM YANG SULIT”

Pembacaan Firman Tuhan: Mazmur 34:20
“Kemalangan orang benar-benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya.”
PENDAHULUAN
Shalom, jemaat Tuhan yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus.
Setiap orang pasti pernah melewati musim yang sulit dalam kehidupannya.
Ada masa ketika kita menghadapi persoalan ekonomi, masalah keluarga, pergumulan pekerjaan, sakit penyakit, kekecewaan, kehilangan, penolakan, bahkan masa ketika kita merasa doa-doa kita belum mendapatkan jawaban.
Kadang-kadang kita bertanya:
“Tuhan, mengapa saya harus mengalami semua ini?”
“Sampai kapan persoalan ini berakhir?”
“Apakah Tuhan masih bersamaku?”
Firman Tuhan dalam Mazmur 34:20 tidak mengatakan bahwa orang benar akan bebas dari kemalangan.
Firman Tuhan justru berkata:
“Kemalangan orang benar-benar banyak…”
Artinya, menjadi orang percaya bukan berarti kita tidak akan mengalami masalah.
Namun ada kabar yang disarankan:
“…tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu.”
Haleluya!
Jadi, musim sulit bukanlah bukti bahwa Tuhan meninggalkan kita.
Justru dalam banyak keadaan, melalui musim yang sulit Tuhan sedang mengajar kita untuk semakin dekat kepada-Nya, semakin kuat, semakin dewasa dan semakin percaya kepada-Nya.
Hari ini kita belajar bagaimana kita dapat tetap bertahan dalam musim yang sulit.
I. MUSIM YANG SULIT MENGAJARKAN KITA MENDEKAT KEPADA TUHAN
Salah satu hal yang sering terjadi ketika hidup kita baik-baik saja adalah kita merasa mampu melakukan semuanya sendiri.
Tetapi ketika masalah datang, kita sadar bahwa ada batas kemampuan manusia.
Pada saat itulah kita belajar:
“Saya membutuhkan Tuhan.”
Yakobus 4:8
“Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.”
Perhatikan: Tuhan tidak meminta kita menjauh ketika menghadapi masalah.
Sebaliknya, Tuhan berkata:
“Mendekatlah kepada Allah.”
Musim sulit seharusnya membawa kita lebih dekat kepada Tuhan, bukan menjauh dari Tuhan.
Yeremia 29:13
“Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.”
Kadang-kadang Tuhan mengizinkan kita masuk dalam sebuah musim yang sulit supaya kita kembali mencari wajah-Nya.
Ketika keadaan nyaman, mungkin kita hanya berdoa sebentar.
Tetapi ketika masalah datang, kita mulai berlutut lebih lama.
Ketika keadaan baik, mungkin kita membaca Firman Tuhan sesekali.
Tetapi ketika pergumulan datang, kita mulai membuka Alkitab dan mencari janji-janji Tuhan.
Jangan sia-siakan musim sulit.
Gunakan musim itu untuk mencari Tuhan lebih sungguh-sungguh.
Mazmur 34:18
“TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati…”
Ada orang yang hari ini datang beribadah dengan hati yang terluka.
Ada yang tersenyum di depan orang lain, tetapi sebenarnya sedang menangis di dalam hati.
Firman Tuhan berkata:
Tuhan dekat dengan orang yang patah hati.
Jadi ketika kita merasa sendirian, jangan berpikir bahwa Tuhan jauh.
Tuhan justru dekat.
Mazmur 145:18
“TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya…”
Jemaat Tuhan,
Kalau kita sedang berada dalam musim sulit, jangan berhenti berseru kepada Tuhan.
Tetap berdoa.
Tetap menyembah.
Tetap membaca Firman.
Tetap datang kepada Tuhan.
Karena ada janji:
Tuhan dekat kepada orang yang berseru kepada-Nya.
II. MUSIM YANG SULIT BUKAN AKHIR DARI KEHIDUPAN KITA
Jangan pernah menganggap bahwa masalah yang sedang kita hadapi adalah akhir dari segala-galanya.
Musim akan berganti.
Ada musim hujan, ada musim panas.
Ada malam, ada pagi.
Ada masa menangis, tetapi ada juga masa untuk bersorak-sorai.
Mazmur 30:6
“Sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.”
Firman ini mengajarkan bahwa malam tidak berlangsung selamanya.
Kalau hari ini kita sedang berada dalam “malam” kehidupan, jangan menyerah.
Pagi akan datang.
Mungkin sekarang kita menangis.
Tetapi Tuhan sanggup mengubah tangisan menjadi sukacita.
Mungkin sekarang kita mengalami tekanan.
Tetapi Tuhan sanggup membawa kita kepada kemenangan.
III. TUHAN MENYEDIAKAN KEBAIKAN DAN KEMURAHAN YANG BESAR
Ketika kita berada dalam masalah, kita sering hanya melihat persoalan.
Kita melihat pintu yang tertutup.
Kita melihat keterbatasan.
Kita melihat apa yang hilang.
Tetapi Tuhan melihat sesuatu yang tidak dapat kita lihat.
Ratapan 3:22
“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya.”
Artinya:
Kasih Tuhan tidak pernah habis.
Kemurahan Tuhan tidak pernah berakhir.
Sekalipun keadaan berubah, kasih Tuhan tidak berubah.
Sekalipun manusia meninggalkan kita, Tuhan tetap setia.
Sekalipun pintu yang kita harapkan tertutup, Tuhan masih sanggup membuka pintu yang lain.
IV. TUHAN MEMBERIKAN KEKUATAN KEPADA ORANG YANG BERHARAP KEPADA-NYA
Yesaya 40:31
“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru…”
Perhatikan kata:
“mendapat kekuatan baru.”
Tuhan tidak selalu langsung mengangkat kita keluar dari masalah.
Kadang-kadang Tuhan memberikan sesuatu yang lebih dahulu kita perlukan:
kekuatan untuk bertahan.
Ada kalanya kita berkata:
“Tuhan, keluarkan saya dari masalah ini.”
Tetapi Tuhan berkata:
“Aku akan memberikan kekuatan supaya engkau mampu melewati masalah ini.”
Itulah sebabnya jangan hanya meminta Tuhan mengubah keadaan.
Mintalah juga:
“Tuhan, ubahlah dan kuatkan hatiku ketika aku menghadapi keadaan ini.”
V. JANGAN MENYERAH—TETAP MENANTIKAN TUHAN
Mazmur 27:14
“Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!”
Ada tiga pesan penting:
Nantikan Tuhan.
Kuatkan hati.
Tetap berharap kepada Tuhan.
Menunggu Tuhan bukan berarti kita pasif.
Menunggu Tuhan berarti kita tetap percaya meskipun belum melihat jawabannya.
Tetap berdoa walaupun belum melihat perubahan.
Tetap percaya walaupun belum melihat jalan keluar.
Tetap melayani walaupun sedang mengalami pergumulan.
Karena iman bukan hanya percaya ketika semuanya baik.
Iman juga berarti:
Tetap percaya ketika kita belum mengerti apa yang Tuhan sedang kerjakan.
VI. KASIH KARUNIA TUHAN CUKUP UNTUK KITA
2 Korintus 12:9
“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
Paulus mempunyai pergumulan.
Ia sudah berdoa kepada Tuhan.
Tetapi Tuhan tidak langsung mengambil persoalan itu.
Tuhan memberikan jawaban:
“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu.”
Ini mengajarkan kepada kita bahwa terkadang Tuhan tidak menghilangkan masalah secepat yang kita inginkan.
Tetapi Tuhan memberikan kasih karunia yang cukup untuk melewati masalah tersebut.
Jangan berkata:
“Saya tidak kuat.”
Belajarlah berkata:
“Saya mungkin lemah, tetapi Tuhan adalah kekuatan saya.”
VII. DATANGLAH KEPADA TUHAN KETIKA KITA LETIH
Matius 11:28
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Tuhan Yesus tidak berkata:
“Selesaikan semua masalahmu sendiri.”
Tuhan berkata:
“Marilah kepada-Ku.”
Ketika hati kita lelah, datang kepada Yesus.
Ketika pikiran kita penuh, datang kepada Yesus.
Ketika keluarga kita sedang menghadapi masalah, datang kepada Yesus.
Ketika ekonomi sedang sulit, datang kepada Yesus.
Ketika kita tidak tahu harus berbuat apa, datang kepada Yesus.
Karena hanya Tuhan yang dapat memberikan kelegaan sejati kepada jiwa kita.
VIII. TUHAN MEMBERIKAN KEKUATAN AGAR KITA DAPAT BERTAHAN
Jemaat Tuhan,
Perhatikan kembali Mazmur 34:20:
“Kemalangan orang benar-benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya.”
Firman ini tidak mengatakan:
“Kemalangan orang benar-benar sedikit.”
Namun dikatakan:
“Kemalangan orang benar-benar banyak.”
Namun bagian berikutnya adalah janji Tuhan:
“TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu.”
Oleh karena itu, jangan berhenti di tengah jalan.
Jangan menyerah.
Jangan mundur.
Jangan tinggalkan Tuhan.
Jangan berhenti berdoa.
Jangan berhenti berharap.
Sebab mungkin kita berada di tengah badai, namun Tuhan masih memegangi hidup kita.
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN DALAM MUSIM SULIT?
1. Tetap dekat dengan Tuhan
Jangan menjauh dari Tuhan ketika menghadapi masalah.
2. Tetap berdoa
Meski belum melihat jawaban, teruslah memohon kepada Tuhan.
3. Tetap percaya kepada Firman Tuhan
Jangan biarkan keadaan menentukan iman kita.
4. Tetap berharap
Percayalah bahwa musim sulit tidak berlangsung selamanya.
5. Tetap kuat
Kekuatan kita bukan berasal dari kemampuan kita sendiri, tetapi dari Tuhan.
6. Tetap melangkah
Jangan berhenti hanya karena perjalanan sedang berat.
ILUSTRASI
Bayangkan sebuah pohon yang berdiri di tengah badai.
Angin datang dengan kuat.
Hujan turun deras.
Cabang-cabangnya bergoyang.
Tetapi pohon itu tetap berdiri karena akarnya kuat dan tertanam di dalam tanah.
Demikian juga kehidupan kita.
Badai kehidupan mungkin akan datang.
Masalah mungkin datang.
Kekecewaan mungkin datang.
Tetapi jika hidup kita terselesaikan di dalam Tuhan, kita tidak akan mudah tumbang.
Badai mungkin mengguncang kita,
tapi badai tidak harus menghancurkan kita.
Masalah boleh datang,
tapi masalah tidak menentukan akhir hidup kita.
PENUTUP
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Mungkin hari ini ada yang sedang berada di musim yang sulit.
Ada yang sedang menghadapi masalah keluarga.
Ada yang sedang bergumul dengan pekerjaan.
Ada yang sedang menghadapi masalah ekonomi.
Ada yang sedang menunggu jawaban doa.
Ada yang sedang menangis dalam kesedihan.
Firman Tuhan hari ini berkata:
“Kemalangan orang benar-benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya.”
Jangan menyerah!
Musim sulit bukan akhir kehidupan kita.
Musim sulit adalah kesempatan untuk semakin dekat dengan Tuhan.
Tuhan berfirman:
“Mendekatlah kepada Allah.”
Tuhan berfirman:
“Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu.”
Tuhan berfirman:
“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu.”
Dan Tuhan Yesus berkata:
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Oleh karena itu, hari ini mari kita mengambil keputusan:
Saya akan tetap bertahan.
Saya akan tetap percaya.
Saya akan tetap berdoa.
Saya akan tetap percaya.
Saya tidak akan menyerah.
Karena saya tahu:
Tuhan tidak pernah meninggalkanku.
Dan ketika musim sulit itu berlalu, kita akan melihat bahwa ternyata tangan Tuhan tetap memegangi hidup kita sejak awal sampai akhir.
TUHAN MEMBERIKAN KEKUATAN AGAR KITA DAPAT BERTAHAN DALAM MASA YANG SULIT.
Amin. 🙏




Leave a Comment